Aplikasi Yang Dapat Membahayakan Komputer/Laptop Anda
Banyak aplikasi yang dibiarkan untuk tidak diperbahrui
sehingga bisa mengancam komputer atau laptop kita. Program atau aplikasi yang
di pasang (instal) di komputer atau di laptop bisa menyerang balik jika tidak
diperbaharui (update). Kenapa? karena update terkadang diberikan untuk menambal
celah keamanan. Jika celah tidak ditambal, maka bisa dimanfaatkan oleh pereset
untuk menanam malware atau program berbahaya lainnya. Malware (Malicious
Software) adalah suatu program yang dirancang dengan tujuan untuk merusak
dengan menyusup ke sistem komputer. Malware dapat menginfeksi banyak komputer
dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi.
Avast, penyedia produk keamanan digital, mengungkap bahwa 52
persen program komputer jarang di-update
ke versi terbaru oleh pengguna. Avast adalah sebuah program
anti-virus yang dikembangkan oleh Alwil Software yang berdomisili di Praha,
Republik Ceko. Program ini pertama kali dirilis pada April 1988. Avast adalah salah satu program
antivirus yang pertama dirilis untuk Windows x64
Hal ini menimbulkan pengguna rawan terekspos data
pribadinya, karena malware mengincar program versi lama agar dapat
mengeksploitas celah keamannya.Avast PC trend report january 2017 yang dibuat
berdasarkan data dari produk AVG tuneUp menyoroti beberapa aplikasi yang umum
digunakan untuk menyusupkan malware, dan jarang di-update ke versi terbaru oleh
penggunanya. Data yang di kumpulkan secara anonim dari 116 juta komputer
dekstop dan leptop windows yang menjalankan fitur automatic software Update
pada AVG TuneUp.
Berikut adalah beberapa aplikasi yang paling jarang di
perbaharui dan dapat membahayakan komputer atau laptop:
1.
Java (Runtime 6,7), Oracle
2.
Flash Player (Active X) Adobe
3.
Foxit Reader, Foxit Software
4.
GOM Media Player, Gretech
5.
Nitro Pro, Nitro Software
6.
WinZip, Corel Corporation
7.
DivX, DivXLLC
8.
Adobe Shockwave player, adobe
9.
7-ZIP, lgor Pavlov
10.
Friefox, Mozilla
Sebanyak 24 juta pengguna yang masih menjalankan versi java
runtime 6 dan 7 yang merupakan versi usang. Dan sebanyak 26 juta pengguna telah
menggunakan versi terbaru, yaitu java 8 serta 70 persen pengguna mebul
meng-instal rilis update terbaru (saat ini update 121). Flash (ActiveX) 99%
pengguna yang belum memperbaharui komponen ini pada internet, Explorer dan Foxit
Reader dengan 92% pengguna masih menggunakan versi lama dari aplikasi tersebut.
Sebaliknya, aplikasi yang paling diperbaharui adalah Google Chrome dengan
persentasi 88 persen, Opera dengan 84 persen dan Skype dengan 76 persen
pengguna telah memperbaharuinya.
Dengan demikin jika aplikasi di komputer dan laptop anda
diminta untuk memperbaharui (update) makan perbaharui sesuai ketentuanya untuk
mengatasi bahaya yang akan merusak sistem komputer atau leptop anda.
Semoga ilmu di atas bermanfaat bagi anda!! Terima Kasih.
Comments
Post a Comment