Efisiensi diri untuk meraih sukses
Efisiensi diri adalah salah satu dari ragam-ragam efisiensi
manusiawi yang diterapkan dan dijalankan dalam kehidupan pribadi seriap orang.
Tujuan pokok dari ragam ragam efisensi ini ialah menggunakan sepenuhnya dan
memanfaatkan sebesarnya semua sumber-sumber daya perorangan dari setiap pribadi
untuk mencapai tujuan hidup yang di dambakannya maupun mewujudkan diri
selengkapnya di dunia ini.
Seseorang yang efesien mempunyai hasrat yang besar untuk senantiasa mencapai kemajuan dalam
hidupnya, untuk mencapai tujuan hidup yang didambakan. Oleh karena itu, tujuang
hidup merupakan asas pertama yang harus di terapkan dan di jalankan seseorang.
Setiap orang yang ingin sukses harus pempunyai suatu tujuan hidup tertentu yang
jelas menuju kemana. Hidup bukanlah sekedar singgah di dunia untuk minum,
melainkan sebuah tata alur yang mempunyai makna dan nilai leluhur.
Makna hidup leluhur
yang harus dianut dan dijalankan oleh setiap orang di dunia ini ialah:
1.
Keutuhan watak (integritas)
Ini adalah kesempurnaan akhlak pribadi dari
seseorang dalam menjalani hidupnya dan melakanakan pekerjaannya. Integritas
terdiri dari 3 kebijakan utama dalam kehidupan manusia, berupa kejujuran,
kesetiaan, dan pengabdian.
2.
Keadilan
Ini adalah kebaikan dalam hati seseorang
yang menghargai hak dan kebebasan dan memperlakukan secara layak dalam semua
pembagian an pertukaran barang dan jasa.
3.
Kesusilaan (moralitas)
Ini adalah kebajian pribadi dalm diri
seseorang yang senantiasa berusaha mempunyai akhlak yang baik dan menunjukkan
kelakuan yang benar.
Niai-nilai yang luhur di dunia ada 3 buah, yaitu kebenaran,
kebaikan, dan keindahan. Ketiga nilai itu harus dijadikan dasar pertimbangan
dan penilaian oleh setiap setiap orang yang mengenai berbagai hal dalam
kehidupannya. Misalnya bila mana seseorang harus memutuskan apakah akan
meakukan suatu perbuatan tertentu, ketiga nilai tu harus dijadikan dasar ukur
unutk membuat keputusan: apakah benar, apakah baik, atau apakah indah. Kalau
dapat memenuhi salah satu dari 3 kriteria ini, perbuatan itu boleh dilakukan.
Selain asas tujuan hidup, efesiensi diri masih mempunyai
beberapa asas lain. Symonds dalam bukunya itu menyatakan efesiensi diri
hanyalah sebuah nama lain untuk kegiatan mengembangkan dan melakukan dalam
praktek apa yang terbaik dalam diri seseorang untuk studi, bekerja, dam bemain.
Efesiensi ini didasarkan pada 2 asas pokok berpua kesehatan yang baik (good
health) dan pemikiran yang benar (right thinking). Memang kesehatan berkali-kali di sebut oleh
para ahli sukses sebagai kunci sukses yang amat penting. Dengan memiliki
kesehatan yang prima , setiap orang dapat mengerahkan semua sumber daya
pribadinya secara maksimal untuk mewujudkan diri maupun meraih tujuan hidup
yang didambakannya. Oleh karena itu, setelah kiat pertama menepatkan tujuan
hidup yang ngin dicapai, kiat kedua bagi setiap orang ialah berusaha
sunguh-sunguh meningkatkan terus dan memelihara secara rutin kesehatannya.
Kesehatan itu tidak hanyalah kesehatan jasmani, melankan mencangkup pula
kesehatan rohani.
Salah satu kiat yang dapat dilaksanakan sendiri oleh setiap
orang untuk membina pikiran yang cerah, tajam, dan lincah ialah membaca buku
pengetahuan secara teratur. Hanya perlu mengisi pemikirannya dengan pengetahuan yang diminatinya secara mandiri
di kamar, tidak perlu keluar rumah untuk mengikuti suatu kursus misalnya.
Kegiatan membaca buku merupakan cara yang efesien untuk menghimpun pengetahuan
apa saja dari pengetahuan ilmiah, pengetahuan filsafati, sampai pengetahuan
kemanusiaan.
Sumber-sumber daya pribadi dalam diri setiap orang terdiri
dari pikiran, tenaga, kemauan, emosi, sikap batin, dan juga waktu yang dimiliki
setiap saat. Semua sumber daya itu harus di manfaatkan efesien untuk mewujudkan
diri sepenuh mungkin dan mencapai sukses pribadi sebesar mungkin. Tenaga
sebagai sumber energi yang kuat ibarat accu mobil baru yang selalu siap pakai
untuk menghidupkan mesin dapat tercapai dengan memelihara secara teratur
kondisi bedan sehingga senantiasa sehat. Sumber daya pribadi berupa kemauan
dapat dibiasakan dan dilatih sehingga menjadi suatu kemauan yang keras dengan disiplin diri, dengan
melecut, mendrong, atau bahkan memaksa diri
sendiri mengerjakan suatu tugas
ketika sedang merasa malas untuk menyelesaikan tugas itu. Setap orang
perlu mempunyai kemampuan menyalurkan emosinya secara bermanfaat. Bilamana
suatu ketika emosinya meledak karena marah atau benci terhadap suatu hal,
sebaiknya tenaga emosional yang mengalir ke luar itu di pakai secara
konstruktif untuk untuk mengerjakan sesuatu, umpamanya membersihkan kendaraan
atau menimbah sumur. Tenaga emosional itu jangan di gunakan untuk membanting
piring atau memukul anak.
Comments
Post a Comment